February 1, 2014

AKB48 Iwata Karen Tidak Punya Ambisi Menjadi Idol?? Interview Anime [Wake Up, Girls!] dan Kondisi Yang Dialami Idol Dari Sendai



"Itu nampak mustahil di Sendai, apalagi pada saat musim dingin!"

Itulah yang diucapkan Iwata Karen dari AKB48. Pertanyaan-pertanyaan kami ada dengan maksud mendapatkan semacam klarifikasi darinya. Sebuah pertanyaan terkait dengansalah satu adegan dari serial animasi yang baru saja tayang dan masih mendapatkan sedikit review: [Wake Up, Girls!]

Adegan itu adalah, pada saat malam natal di Sendai, tujuh gadis remaja yang bermimpi menjadi idol, sedang mengalami dilema apakah mereka akan mengadakan pertunjukkan live outdoor atau tidak. Sayangnya, karena masalah keuangan (hutang), presiden dari perusahaan mereka bernaung menghilang tanpa sebab. Alhasil, tanpa persiapan kostum panggung mereka, ketujuh gadis ini, dengan hanya memakai seragam sekolah mereka, naik ke atas panggung. Mereka mengibaskan rok mereka dengan lagu-lagu yang bersemangat!

Namun, adegan dimana ketujuh gadis tersebut berada di atas panggung dengan senang hati, adalah adegan menyanyi dan menari yang penuh gairah, tanpa ada satu keraguan apa pun.


Itu adalah adegan yang memunculkan banyak kritik dan membuat kita semua ragu. Karena, para gadis itu melakukan pertunjukan di pertengah musim dingin di Sendai dengan kaki yang nyaris telanjang...

"Musim dingin di Sendai terutama sangat dingin. Dulu waktu saya masih ada di sekolah dasar, saya memakai legging di bawah celana jeans saya dan juga kaos kaki yang tebal. Saya berjalan ke sekolah memakai penghangat melingkar di perut saya. Jika saya harus memakai rok ke sana, setidaknya saya juga akan memakai celana pendek yang tebal. Dan jika memungkinkan, saya akan memakai jersey di balik rok."



Idol yang berasal dari Sendai, dan sangat menyukai anime

Karen-chan yang sangat akrab dengan musim dingin Sendai, sebenarnya adalah orang asli Sendai. Ya, ia lahir dan besar di kota yang sama dimana panggung di anime [WUG] digelar. Ia sekarang aktif sebagai seorang idol, dan sangat menyukai anime. Suatu karakter yang unik yang mempunyai banyak kesamaan dengan [WUG]. Pada kesempatan kali ini, kami mendapat kesempatan untuk bicara dengannya dan mendengar apa yang ia ceritakan tentang Sendai, idol, anime, dan juga mengenai restorasi kota tersebut akibat gempa bumi.

Karen-chan yang pindah ke ibukota setelah ia menjadi siswi SMP, apakah ada perbedaan antara gadis-gadis di Tokyo dan di kampung halamanmu, Sendai?

"Saya pikir tidak ada banyak perbedaan. Kedua kota ini punya banyak gadis yang ingin menjadi seorang idol. Namun... Menurutku, para gadis di Tokyo lebih cenderung bersifat 'pendiam'. Dan juga, mereka memakai dialek."


Karakter di [WUG] menggunakan ekspresi kata seperti [Ganbappe!], namun pada kenyataannya bagaimana para gadis di Sendai normalnya berbicara?

"Para gadis remaja biasanya tidak pakai dialek, namun saat saya tiba di Tokyo, ada saat-saat dimana saya menyadari, 'Oh, ini ternyata yang namanya dialek?'. Para gadis Sendai, dalam percakapannya, menggunakan 'Sou da ne' atau mungkin 'Tashika ni'. Dan ketika mereka saling setuju, 'Un dakara!'. Misalnya saja: 'Kyou ha samukatta ne~' ' Un dakara!'. Seperti itulah. Namun di Tokyo ini, saya berulang kali mendengar jawaban 'Dakara nani?'. Saya rasa mereka tidak menggunakan bahasa yang standar.

Di kasus lain, ada beberapa gadis yang menggunakan jawaban 'Un dana' atau 'Un danda'. Ketika kau mengucapkannya seperti itu, saya pikir itu jadi membuat dialek Sendai jadi terdengar kurang imut..." (karena Karen merasa kalau dialek Sendai yang baku jadi kalah imut dengan dialek Tokyo)

Itu tidak benar! Gadis yang berbicara dengan bahasa umum yang standar sangat moe, untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan. Kami harap dari sekarang, para karakter di anime dapat menggunakan lebih sering dialek seperti itu.


Tidak punya ambisi menjadi idol?

Ada satu perbedaan besar antara para gadis di anime ini dengan Karen-chan, dimana kau berada di salah satu idol group terbesar di negara ini. Sementara para gadis di sini tidak punya fans sama sekali. Apa yang bisa kau pikirkan untuk mereka bisa menggaet lebih banyak fans?

"Saya berpikir apakah saya adalah orang yang tepat untuk menjawabnya, namun bagi saya saat ini AKB bisa jadi seperti sekarang ini karena ada member seperti Takahashi Minami-san dan Oshima Yuko-san. Karena pada senior selalu bekerja keras dengan tulus, oleh karenanya mereka bisa sampai di titik ini. Saya mendengar dari mereka, bahwa teater pertama AKB hanya dihadiri oleh tujuh orang, dan sampai saat ini ketujuhnya masih menjadi fans AKB.

Saya tidak tahu bagaimana mengekspresikannya dengan kata-kata, namun saya pikir AKB48 bukan tentang berapa kali (kami harus tampil untuk menghibur fans), melainkan bagaimana kami seharusnya dapat menerima perasaan yang sebenarnya dari para fans. 

Ini bukan tentang bagaimana hari ini fans yang datang banyak atau hari ini penontonnya sedikit, melainkan bahwa apapun yang terjadi mereka telah datang. Yang terpenting adalah menghadirkan penampilan yang dapat mengirimkan pesan tersebut pada mereka, kami ingin lebih banyak lagi yang datang selanjutnya, dan dengan perasaan tersebut saya percaya pesan kami akan tersampaikan kepada para fans."


Dengan status mereka sebagai idol group nomor satu, bergabung dengan AKB48 tentu saja adalah pilihan yang dianggap 'sudah pasti tepat'. Namun sebenarnya, Karen-chan, benarkah pada awalnya kau tidak punya ambisi untuk menjadi idol pada awalnya?

"Dulu ketika saya masih kecil, saya lebih menyukai drama musikal. Saya selalu menganggap naskah drama adalah harta karun saya. Dan walaupun saya tahu tentang AKB, saya selalu melihat mereka sebagai keberadaan yang ada di atas awan. Namun pada suatu hari, saya memutuskan untuk pergi audisi. Sejujurnya, sampai saat ini pun saya tidak berpikir bahwa saya cocok untuk menjadi idol.

Namun, jika saya ditanya apa yang bagus dari menjadi member AKB, maka jawabannya adalah karena di sini kami bisa berada di panggung 2 kali seminggu, sementara di dunia drama musikal kami tidak tahu apakah kami akan bisa berada di panggung 2 kali setahun. Jadi saya bersyukur, karena mendapat kesempatan tampil di depan banyak sekali penonton!!"



Tetap memakai Bloomers?

Karen-chan yang sangat menyukai panggung dan menari sejak awal dimulainya teater. Sekarang, maaf kalau kembali lagi ke topik yang paling awal, jika kau menghadapi situasi sulit yang sama (tidak ada persiapan kostum) dengan di anime [WUG], yaitu apakah akan naik panggung atau tidak?

"U~~n, sebenarnya saya akan sangat malu, jadi mungkin saya tidak akan bisa menari dengan sepenuhnya... Namun, jika membayangkan kesempatan tidak akan datang lagi, saya pikir saya tidak akan peduli pada rasa malu saya lagi. Ini adalah pengetahuan umum bagi semuanya, namun kostum-kostum AKB banyak yang memakai rok mini. Tentu saja, kami mempersiapkan celana pendek juga sebagai celana dalamnya.

Selain itu, hanya di lagu berjudul [Skirt, Hirari] kami memakai bloomer (celana olahraga pendek untuk para perempuan sekolah) di dalam rok kami. Karena kami harus mengibaskan rok kami, bloomer adalah satu bagian kostum yang sangat amat tidak boleh lupa dipakai. 

'Kalau lupa dipakai, bisa gawat banget!' dan karena pikiran semacam itu kuat, tanpa sadar saya selalu memakai bloomer hampir di setiap kostum yang ada."


Memang seperti yang diduga, pekerjaan sebagai idol memang sangat memusingkan. Mereka selalu mempunyai kekhawatiran terhadap kostum-kostum mereka.

Segmen wawancara selanjutnya, kehidupan seorang idol yang sebenarnya, dan pembicaraan mengenai kecintaannya terhadap tanah air/kampung halamannya. Seperti yang selalu beredar di masyarakat, idol adalah .....(sensor) !? Terlarang diungkapkan, cerita dibalik panggung !?


Bersambung....

(sumber: http://ddnavi.com/news/181438/)


______________________________________
Mau tahu sejarah AKB48 dan biografi Takamina secara lengkap dalam bahasa Indonesia?? Sekarang anda bisa membelinya dengan mengunjungi di website ini dan di fanpage iniFans yang baik adalah fans yang tidak melupakan sejarah idolanya~ ^w^

Mau beli swag 48fams official dan unofficial yang MURAH ?? Hanya di SWAG48SHOP tempatnya kamu bisa mendapatkannya ! !

No comments:

Post a Comment