May 29, 2014

Iwata Karen Google+ [28 Mei 2014]

Aku minta maaf karena tidak mem-posting apapun akhir-akhir ini.

Pertama, aku harus minta maaf kepada para fans yang masih ingin bertemu dengan oshimen-nya, namun dipaksa untuk pulang di pertengahan jalan. Dan juga, kepada fans AKB48 yang khawatir dan cemas atas kejadian yang tidak mengenakkan ini, aku juga minta maaf sebesar-besarnya.

Sejujurnya, aku sangat sedih.

Kampung halamanku, tanah kelahiranku, Tohoku. Setelah bencana gempa bumi itu, kami (Karen mencoba berbicara mewakili semua masyarakat Tohoku di sini) yang selalu dibantu dan dikuatkan oleh banyak member dan staf AKB group malah...

Sebagai salah satu anggota masyarakat Tohoku, aku sangat sedih karena insiden yang terjadi di Tohoku, yang sudah dibantu banyak oleh AKB48.

Aku sudah tidak tahu lagi, dimana aku dapat mengarahkan kemarahan ini. Aku sangat merasa bersalah pada Kawaei-san dan Annin-san yang menjadi korbannya.

Namun pada saat-saat yang ekstrim seperti itu, hanya satu pemuda yang ada untuk melindungi dua gadis dengan taruhan kehilangan nyawanya.

Salah satu staf, yang sekaligus adalah pekerja paruh waktu, seorang hagashi (jabatan yang dikenakan staf paruh waktu sebagai 'pengusir' fans dari bilik handshake jika waktu yang diberikan untuknya sudah habis)

Berdasarkan cerita yang aku dengar, ia mencoba menangkap gergaji yang digunakan pelaku untuk menyerang Kawaei-san dan Annin-san, menggunakan tangan kosongnya.

Dan aku baru tahu kalau pemuda itu berasal dari area yang mendapatkan kerusakan paling parah saat bencana tsunami di Sendai.

Jika dia tidak ada di sana, Kawaei-san dan Annin-san bisa-bisa mendapatkan luka yang lebih serius.


Tolong, aku mohon pada kalian semua, jangan lupakan bahwa ada seorang pemuda gagah berani yang telah melindungi kedua gadis itu dengan segenap jiwa dan raganya.

Aku harap, pemuda itu bisa pulih secepat mungkin. Sama halnya dengan Kawaei-san dan Annin-san.

Aku kebetulan selalu bersama-sama dengan mereka berdua, selalu menjadi satu tim sejak dipromosikan ke Team 4. 

Mereka berdua adalah member yang selalu tersenyum walaupun berada di situasi yang sulit sekali pun, dan selalu menghargai rekan-rekannya.

Mereka kini terluka tidak hanya fisiknya, tapi juga hatinya.

Aku yakin, saat ini pun, mereka masih mencari-cari cara untuk tidak membuat kita semua khawatir lebih panjang dan mencoba untuk selalu tertawa.


Aku ingin sekali bertemu dengan mereka berdua saat ini, hanya itu yang kuharapkan saat ini sesegera mungkin.


(sumber: https://plus.google.com/104469157599705660710/posts)

Blogger's note: Wajar jika Karen merasa sangat bersalah di kasus ini. Di samping karena pembawaannya yang memang cenderung suka membebani diri sendiri itu, kasus ini terjadi di area kampung halamannya sendiri yang selama ini selalu ia promosikan di setiap aktivitasnya di AKB48. Apalagi Tohoku merupakan salah satu daerah korban bencana alam 2011 yang banyak mendapat perhatian proyek pemulihan oleh AKB48 juga. Hal tersebut pastinya membawa beban mental tersendiri untuknya.

Meskipun demikian, pelakunya bukan orang daerah Iwate, Tohoku. Para fans yang mengetahui hal itu langsung membanjiri postingan ini dengan kalimat yang intinya, "Ini bukan salah Karen!"

________________________________________
Mari bergabung dengan Iwata Karen Fansclub Indonesia atau fanpage buku Shingeki no Iwata Karen di Facebook, dan have fun dengan sesama Karen-oshi di sana~~! ( ^ ^ )/■(^^)

Mau beli swag 48fams official dan unofficial yang MURAH ?? Hanya di SWAG48SHOP tempatnya kamu bisa mendapatkannya ! !

No comments:

Post a Comment